Sabtu, 24 November 2012
Kamis, 22 November 2012
Mengambil Kredit Tanpa Agunan
KTA..........................................
Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah kredit perorangan tanpa jaminan yang diberikan oleh bank atau lembaga peminjam untuk keperluan apa pun. Umumnya, proses pengajuannya relatif mudah seperti yang sebutkan.
Dengan kemudahannya ini, banyak orang tertarik mengambil KTA. Akan tetapi, di balik kemudahan prosesnya, KTA memberikan bunga yang relatif tinggi yaitu 1% – 2,5% per bulan bunga flat atau setara dengan 25% – 45% per tahun bunga efektif.
Dengan kemudahan yang ditawarkan, sebagian besar orang mengambil KTA untuk kebutuhan konsumtif yang terkadang bukan kebutuhan utama. Tanpa perlu repot-repot, dana tunai diterima dalam waktu satu minggu dan dapat digunakan untuk keperluan apa pun.
Tapi, bila dilihat dari bunga tinggi yang diberikan, sebaiknya pikirkan dulu penggunaan uang yang kita terima tersebut sebelum mengambil KTA. Apabila keperluannya hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tidak penting, dan tidak darurat, maka sebaiknya tunda pengajuan KTA.
Anda berencana merenovasi rumah menggunakan dana KTA. Maka sebaiknya Anda mempertimbangkan apakah kebutuhan renovasi rumah sudah sangat mendesak? Apabila belum, Anda dapat mulai menabung dari sekarang untuk kebutuhan renovasi rumah nantinya.
Coba kita asumsikan bunga KTA yang diberikan adalah sebesar 1,5 persen per bulan. Maka, perkiraan cicilan dan total pembayaran adalah sebagai berikut (perhitungan belum memasukkan biaya provisi sebesar 1% – 3,5%):
Pinjaman KTA: Rp 50 juta
Bunga KTA: 1,5% per bulan
Jangka waktu: 4 tahun
Cicilan per bulan: Rp 1.791.667
Total pembayaran: Rp 86.000.000
(total dana yang dibayarkan selama 4 tahun)
Dari perhitungan di atas terlihat,
Bahwa dari pinjaman sebesar Rp 50 juta, maka total dana yang harus kita bayar adalah Rp 86 juta. Atau, sekitar 172% dari dana yang kita pinjam. Jumlah ini relatif cukup besar. Rasanya juga sayang sekali membayar dana tersebut kalau ternyata kebutuhan dana hanya untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
Bagaimana jika kebutuhannya mendesak? Perhatikan hal-hal berikut:
1. Biaya-biaya yang umumnya terdapat dalam pengajuan KTA adalah bunga pinjaman, biaya provisi, biaya asuransi, biaya keterlambatan, dan biaya pelunasan dipercepat.
Oleh karena itu, kita harus jeli memilih KTA berbiaya rendah. Semakin rendah biaya yang dikenakan, pinjaman akan semakin efektif. Tanyalah besaran biaya yang dikenakan tersebut saat pengajuan awal sehingga kita bisa memilih KTA yang paling efektif.
2. Perhatikan cicilan bulanannya. Maksimal cicilan bulanan dari penghasilan bulanan kita adalah sebesar 30 persen. Apabila total cicilan bulanan kita sudah melebihi 30 persen gaji, sebaiknya kurangi jumlah pinjaman KTA-nya. Contohnya:
Gaji: Rp 10 juta
30% gaji: 30% x Rp 10 juta = Rp 3 juta
Cicilan bulanan:
- KPR: Rp 1,5 juta
- Kredit motor: Rp 500 ribu
Total cicilan bulanan Rp 2 juta
Sisa yang dapat digunakan: Rp 3 juta - Rp 2 juta = Rp 1 juta
Jadi cicilan KTA yang dapat kita ambil adalah sebesar Rp 1 juta per bulan.
3. Sebaiknya, pilih jangka waktu cicilan dengan periode terpendek yang memungkinkan bagi keuangan kita. Jangka waktu KTA umumnya antara 1 – 3 tahun. Tentu saja, semakin lama periode cicilannya, akan semakin besar bunga yang kita bayarkan. Sehingga, kita tidak perlu memilih jangka waktu, misalnya tiga tahun, kalau ternyata kita mampu mencicil hanya dalam waktu dua tahun.
4. Apabila kita berencana melakukan pelunasan dipercepat sebelum waktunya, pastikan bahwa KTA memperbolehkan kita melakukannya. Pertimbangkan juga besarnya penalti yang dikenakan. Apabila ternyata utang pokok ditambah denda yang diberikan lebih besar dari total sisa pembayaran kita, sebaiknya tidak usah melakukan pelunasan dipercepat.
Sekali lagi, sebelum mengambil KTA, pertimbangkanlah keyakinan diri kita bahwa kebutuhan dana benar-benar mendesak dan kita mampu membayar cicilan per bulannya.
Wassalam
Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah kredit perorangan tanpa jaminan yang diberikan oleh bank atau lembaga peminjam untuk keperluan apa pun. Umumnya, proses pengajuannya relatif mudah seperti yang sebutkan.
Dengan kemudahannya ini, banyak orang tertarik mengambil KTA. Akan tetapi, di balik kemudahan prosesnya, KTA memberikan bunga yang relatif tinggi yaitu 1% – 2,5% per bulan bunga flat atau setara dengan 25% – 45% per tahun bunga efektif.
Dengan kemudahan yang ditawarkan, sebagian besar orang mengambil KTA untuk kebutuhan konsumtif yang terkadang bukan kebutuhan utama. Tanpa perlu repot-repot, dana tunai diterima dalam waktu satu minggu dan dapat digunakan untuk keperluan apa pun.
Tapi, bila dilihat dari bunga tinggi yang diberikan, sebaiknya pikirkan dulu penggunaan uang yang kita terima tersebut sebelum mengambil KTA. Apabila keperluannya hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tidak penting, dan tidak darurat, maka sebaiknya tunda pengajuan KTA.
Anda berencana merenovasi rumah menggunakan dana KTA. Maka sebaiknya Anda mempertimbangkan apakah kebutuhan renovasi rumah sudah sangat mendesak? Apabila belum, Anda dapat mulai menabung dari sekarang untuk kebutuhan renovasi rumah nantinya.
Coba kita asumsikan bunga KTA yang diberikan adalah sebesar 1,5 persen per bulan. Maka, perkiraan cicilan dan total pembayaran adalah sebagai berikut (perhitungan belum memasukkan biaya provisi sebesar 1% – 3,5%):
Pinjaman KTA: Rp 50 juta
Bunga KTA: 1,5% per bulan
Jangka waktu: 4 tahun
Cicilan per bulan: Rp 1.791.667
Total pembayaran: Rp 86.000.000
(total dana yang dibayarkan selama 4 tahun)
Dari perhitungan di atas terlihat,
Bahwa dari pinjaman sebesar Rp 50 juta, maka total dana yang harus kita bayar adalah Rp 86 juta. Atau, sekitar 172% dari dana yang kita pinjam. Jumlah ini relatif cukup besar. Rasanya juga sayang sekali membayar dana tersebut kalau ternyata kebutuhan dana hanya untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
Bagaimana jika kebutuhannya mendesak? Perhatikan hal-hal berikut:
1. Biaya-biaya yang umumnya terdapat dalam pengajuan KTA adalah bunga pinjaman, biaya provisi, biaya asuransi, biaya keterlambatan, dan biaya pelunasan dipercepat.
Oleh karena itu, kita harus jeli memilih KTA berbiaya rendah. Semakin rendah biaya yang dikenakan, pinjaman akan semakin efektif. Tanyalah besaran biaya yang dikenakan tersebut saat pengajuan awal sehingga kita bisa memilih KTA yang paling efektif.
2. Perhatikan cicilan bulanannya. Maksimal cicilan bulanan dari penghasilan bulanan kita adalah sebesar 30 persen. Apabila total cicilan bulanan kita sudah melebihi 30 persen gaji, sebaiknya kurangi jumlah pinjaman KTA-nya. Contohnya:
Gaji: Rp 10 juta
30% gaji: 30% x Rp 10 juta = Rp 3 juta
Cicilan bulanan:
- KPR: Rp 1,5 juta
- Kredit motor: Rp 500 ribu
Total cicilan bulanan Rp 2 juta
Sisa yang dapat digunakan: Rp 3 juta - Rp 2 juta = Rp 1 juta
Jadi cicilan KTA yang dapat kita ambil adalah sebesar Rp 1 juta per bulan.
3. Sebaiknya, pilih jangka waktu cicilan dengan periode terpendek yang memungkinkan bagi keuangan kita. Jangka waktu KTA umumnya antara 1 – 3 tahun. Tentu saja, semakin lama periode cicilannya, akan semakin besar bunga yang kita bayarkan. Sehingga, kita tidak perlu memilih jangka waktu, misalnya tiga tahun, kalau ternyata kita mampu mencicil hanya dalam waktu dua tahun.
4. Apabila kita berencana melakukan pelunasan dipercepat sebelum waktunya, pastikan bahwa KTA memperbolehkan kita melakukannya. Pertimbangkan juga besarnya penalti yang dikenakan. Apabila ternyata utang pokok ditambah denda yang diberikan lebih besar dari total sisa pembayaran kita, sebaiknya tidak usah melakukan pelunasan dipercepat.
Sekali lagi, sebelum mengambil KTA, pertimbangkanlah keyakinan diri kita bahwa kebutuhan dana benar-benar mendesak dan kita mampu membayar cicilan per bulannya.
Wassalam
Selasa, 20 November 2012
Proses balik nama BPKB di POLDA Kepri BATAM
Ini lah proses yg saya lalui hari ini tahap demi tahap di lakukan demi tujuan tercapai untuk balik nama BPKB motor saya, saya beri bocoran apa yg harus di persiapkan dan langkah2 yang akan di lakukan saat pengurusannya,
Yang harus disiapkan :
Yang harus disiapkan :
- BPKB Asli
- KTP ( Pemilik lama*cukup foto copy aja* dan kita )
- STNK
- SURAT JUAL BELI
- KWUITANSI JUAL BELI
- JAGAN LUPA BAWA MOTORNYA SEKALIAN
Proses atau langkahnya
- Mengisi formulir untuk chek fisik ( lokasinya di sebelah kanan gedung MAPOLDA ) ini gratis loh,
- Chek fisik ( Paling yg di chek num rangka dan num mesin ) lokasinya sama ini masih gratis juga,
- Penyerahan formulir hasil pengecekan ke petugas Loket Informasi, lokasinya di gedung bagian kasi BPKB dan Tilang lantai 2 ( gedung bagian tegah )ini masih gratis juga loh,
- Mengisis formulir untuk Penggantian Nama BPKB , di isi dengan benar sesuai contoh yg telah di tempelkan di meja, sebelumnya pasti petugas loket menyuruh kita mengkopi rangkap 2 semua berkas yg kita bawa, ini masih tetap gratis juga loh,
- Penyerahan berkas ke loket BRI
- Duduk sejenak ( 5 menit ) menunggu berkas kita di chek
- Menerima berkas dari loket BRI ( MAPOLDA kerja sama dgn Bank BRI ), ini baru bayar tapi tidak lah mahal kok cuma Rp. 80.000 doank kok,
- Penyerahan berkas ke loket 2
- Duduk sejenak menunggu berkas kita di setujui ( 5 menit )
- Menerima berkas yg telah di setujui sekaligus akan di kasih tau proses selanjutnya oleh petugas ( akan di suruh ke kantor SAMSAT Batam Center pada tanggal yg telah di cantumkan di lembaram belakang ).
Sampai saat ini sudah selesai perjuangan untuk balik nama kendraan roda dua kita, selanjutnya kita menunggu hari yg telah di jadwalkan tadi, biasanya 7 hari setelah berkas kita di setujui. berati total biaya yg kita keluarkan cuman Rp. 80.000 + biaya poto copy dan biaya makan kalo kita suka ngemil heheee....
Ini baru tahap awal dari perjalanan proses balik nama BPKB motor, masih ada lagi tugas selanjutnya tp saya tidak tau karena belum melalukan proses itu,
bersambung 7 hari lagi
wasalam
INILAH CERITA KU HARI INI.....
Rabu, 14 November 2012
BAHAYA MIE INSTAN
Bahan-bahan lain yang harus diwaspadai yang terkandung dalam mie instan adalah :
@Yang paling berbahaya dari mie instan adalah adanya kandungan bahan pengawet, MSG (monosodium glutamat), dan bahan pewarna makanan yang ada di dalam mi instan. Kandungan bahan berbahaya dalam mi instan ini didapatkan dari proses pengolahan sampai proses pengawetan yang dilakukan dengan cara menggoreng mi sampai kering. Proses penggorengan biasanya menggunakan minyak goreng, yang membuat air rebusan menjadi keruh dan sedikit berminyak ketika direbus.
Efek samping yang diakibatkan apabila pengunaan MSG secara berlebihan
BAHAYA MIE INSTAN BAGI PENDERITA HIPERTENSI DAN MAAG
Mengapa begitu dikarenakan bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi tersebut akan bersifat menetralkan lambung sehingga akibatnya lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Akibatnya maka asam lambung akan naik dan terjadilah pengikisan dinding lambung.
Untuk penderita hipertensi hal ini cukup berbahaya dikarenakan akan meningkatkan tekanan darah karena jumlah natrium dan kalium yang tidak seimbang dalam darah
Mie Instan membuat kita lebih cepat lapar dari pada makan nasi:
sifat karbohidrat dalam mie berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks yang memberi efek rasa kenyang lebih lama. Sedangkan karbohidrat dalam mie instan sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mie instan memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi
Cara memasak mie instan yang benar
@“Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”
@Jadi, sebaiknya jangan konsumsi mie instan terlalu sering. Jangan menjadikan mi instan sebagai makanan utama, melainkan sebagai jajanan selingan saja. Saat memasak mie instan, Anda bisa menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, atau kubis agar ada kandungan seratnya.
@pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3(tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi.
@Air rebusan lebih baik dibuang
Meski air rebusan mi instan dibuang, bahan kimia yang ada di mi instan tidak akan hilang 100 persen. Tapi, ada baiknya kebiasaan membuang air rebusan mi instan tetap dijalankan agar bisa mengurangi resiko terkena efek negatif.
@Jangan meminum soft drink setelah makan mie,minumlah banyak-banyak air putih.
@Masak air sampai mendidih, dengan takaran air dua kali lebih banyak dibandingkan anda masakan mie instan dengan cara biasa.
@Jika air mendidih,pisahkan air menjadi dua bagian misalnya anda tuang ke dalam dua panci yang berbeda. Masukkan mie ke panci pertama, dan didihkan kembali. Tunggu hingga menjadi menguning (ini tanda bahwa lapisan lilin yang terdapat di permukaan mie instan mulai luntur) setelah itu angkat dan tiriskan. Setelah itu masukkan mie yang telah dicuci ke dalam panci kedua, didihkan sebentar
sumber :
http://www.rsiamelania.co.id/news/content/news/347/2012/11
@Yang paling berbahaya dari mie instan adalah adanya kandungan bahan pengawet, MSG (monosodium glutamat), dan bahan pewarna makanan yang ada di dalam mi instan. Kandungan bahan berbahaya dalam mi instan ini didapatkan dari proses pengolahan sampai proses pengawetan yang dilakukan dengan cara menggoreng mi sampai kering. Proses penggorengan biasanya menggunakan minyak goreng, yang membuat air rebusan menjadi keruh dan sedikit berminyak ketika direbus.
Efek samping yang diakibatkan apabila pengunaan MSG secara berlebihan
- Kejang
- Mual
- Alergi
- Ruam
- Serangan asma
- Sakit kepala
- Mulut terasa kering
- MSG juga meningkatkan risiko dan kecepatan pertumbuhan sel-sel kanker
BAHAYA MIE INSTAN BAGI PENDERITA HIPERTENSI DAN MAAG
Mengapa begitu dikarenakan bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi tersebut akan bersifat menetralkan lambung sehingga akibatnya lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Akibatnya maka asam lambung akan naik dan terjadilah pengikisan dinding lambung.
Untuk penderita hipertensi hal ini cukup berbahaya dikarenakan akan meningkatkan tekanan darah karena jumlah natrium dan kalium yang tidak seimbang dalam darah
Mie Instan membuat kita lebih cepat lapar dari pada makan nasi:
sifat karbohidrat dalam mie berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks yang memberi efek rasa kenyang lebih lama. Sedangkan karbohidrat dalam mie instan sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mie instan memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi
Cara memasak mie instan yang benar
@“Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”
@Jadi, sebaiknya jangan konsumsi mie instan terlalu sering. Jangan menjadikan mi instan sebagai makanan utama, melainkan sebagai jajanan selingan saja. Saat memasak mie instan, Anda bisa menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, atau kubis agar ada kandungan seratnya.
@pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3(tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi.
@Air rebusan lebih baik dibuang
Meski air rebusan mi instan dibuang, bahan kimia yang ada di mi instan tidak akan hilang 100 persen. Tapi, ada baiknya kebiasaan membuang air rebusan mi instan tetap dijalankan agar bisa mengurangi resiko terkena efek negatif.
@Jangan meminum soft drink setelah makan mie,minumlah banyak-banyak air putih.
@Masak air sampai mendidih, dengan takaran air dua kali lebih banyak dibandingkan anda masakan mie instan dengan cara biasa.
@Jika air mendidih,pisahkan air menjadi dua bagian misalnya anda tuang ke dalam dua panci yang berbeda. Masukkan mie ke panci pertama, dan didihkan kembali. Tunggu hingga menjadi menguning (ini tanda bahwa lapisan lilin yang terdapat di permukaan mie instan mulai luntur) setelah itu angkat dan tiriskan. Setelah itu masukkan mie yang telah dicuci ke dalam panci kedua, didihkan sebentar
sumber :
http://www.rsiamelania.co.id/news/content/news/347/2012/11
Macam-Macam Puasa Sunnah
HARI-HARI SUNNAH BERPUASA
.
1. Hari Arafah ; yaitu tanggal 9 Dzul Hiiiah,
bagi orang yang tidak mengerjakan Haji.
.
2. 9 (Sembilan) Hari Pertama Dzulhijah
.
3. Hari Asyura, 10 Muharram
4. Hari Tasu’a, 9 Muharram
.
5. Tanggal 9, 10, 11 Muharam
6. Tiga hari pada tiap-tiap bulan
7. Hari Senin dan Kamis
8. Puasa Nabi Dawud,
puasa selang-seling ( sehari puasa diikuti sehari tidak puasa dst)
9. Enam hari pada bulan Syawal Sesudah Hari Raya Idul fitri
10. Bulan Muharam
11. Bulan Sya’ban
12. Bulan-Bulan Haram
Bulan-bulan Haram itu adalah Dzul-Qaedah, Dzul-Hijjah, Muharram dan Rajab
.
HARI-HARI MAKRUH BERPUASA
.
1. Khusus Hari Jum’at,
kecuali kalau telah berpuasa sejak hari sebelumnya.
2. Puasa wishal
yaitu seorang yang melakukan puasa, tidak berbuka puasa hingga waktu sahur.
3. Puasa Dahriya
yaitu puasa yang terus-menerus.
4. Isteri Yang Puasa Sunnah tidak dengan izin suaminya
Dari Abi Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Tidak halal bagi wanita berpuasa sedangkan suaminya ada di rumah, kecuali dengan seidzinnya”. (Muttafaq ‘alaih dan lafadz ini dalam riwayat Bukhari; Abu Dawud menambah : “Kecuali puasa Ramadlan”.
.
.
HARI-HARI DIHARAMKAN UNTUK BERPUASA
.
1. Hari Raya’Idul Fithri, 1 Syawal
2. Hari raya Idul Adha ; 10 Dzul Hiiiah.
3. Hari Tasyriq ; 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah
Dari dalil hari-hari haram berpuasa ini , maka jelaslah bahwa kita diperbolehkan puasa kapan saja (dengan memperhatikan hari/hal-hal yang dimakruhkan), kecuali pada hari-hari yang diharamkan.
.
wallahu a’lam
Dari berbagai sumber
http://orgawam.wordpress.com/2011/09/05/macam-macam-puasa-sunnah/
.
1. Hari Arafah ; yaitu tanggal 9 Dzul Hiiiah,
bagi orang yang tidak mengerjakan Haji.
Dari Abu Qatadah Al-Anshary ra : Bahwasanya Rasulullah saw pemah ditanya dari hal puasa Arafah, beliau bersabda ; “Puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang”. Dan beliau ditanya dari hal puasa Asyura, beliau bersabda : “Menghapus dosa tahun yang lalu”. Dan beliau ditanya lagi dari hal puasa Senin, beliau bersabda : “Hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan dimana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu”. (H.R. Muslim)
.
2. 9 (Sembilan) Hari Pertama Dzulhijah
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi saw menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hafsah r.a. menceritakan; “Empat amalan yang tidak ditinggalkan Rasulullah s.a.w. iaitu; puasa ‘Asyura, puasa al-‘asyr, puasa tiga hari pada setiap bulan dan solat dua rakaat sebelum subuh”. (Riwayat Imam Abu Daud dan an-Nasai)Menurut ulama hadits, yang dimaksud puasa al-‘asyr dalam hadis di atas ialah hari pertama Zulhijjah hingga hari ke sembilannya.
.
3. Hari Asyura, 10 Muharram
Aisyah ra pernah ditanya tentang puasa Asyura, ia menjawab, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw puasa pada suatu hari yang beliau betul-betul mengharapkan fadilah pada hari itu atas hari-hari lainnya, kecuali puasa pada hari ke sepuluh Muharam.” (HR Muslim).
Dari Abu Qatadah Al-Anshary ra : Bahwasanya Rasulullah saw pemah ditanya dari hal puasa Arafah, beliau bersabda ; “Puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang”. Dan beliau ditanya dari hal puasa Asyura, beliau bersabda : “Menghapus dosa tahun yang lalu”. Dan beliau ditanya lagi dari hal puasa Senin, beliau bersabda : “Hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan dimana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu”. (H.R. Muslim)
Dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa. Rasulullah SAW bertanya, “Hari apa ini? Mengapa kalian berpuasa?” Mereka menjawab, “Ini hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun. Maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, maka kami pun berpuasa.”Rasulullah SAW bersabda, “Kami orang Islam lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi Musa daripada kalian.” (HR. Abu Daud)..
4. Hari Tasu’a, 9 Muharram
Ibnu Abbas RA menyebutkan, Rasulullah SAW melakukan puasa Asyura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Para sahabat berkata, “Ini adalah hari yang dimuliakan orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Tahun depan insya Allah kita juga akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharam.” Namun, pada tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. (HR Muslim, Abu Daud).Berdasar pada hadis ini, disunahkan bagi umat Islam untuk juga berpuasa pada tanggal sembilan Muharam. Sebagian ulama mengatakan, sebaiknya puasa selama tiga hari: 9, 10, 11 Muharam.
.
5. Tanggal 9, 10, 11 Muharam
Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Puasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah sehari sebelum Asyura dan sehari sesudahnya.” (HR Ahmad)..
6. Tiga hari pada tiap-tiap bulan
Dari Abu Dzar ra., ia berkata : Rasulullah saw menyuruh kami berpuasa tiga hari dalam sebulan ; tanggal 13, 14, dan 15″. (Diriwayatkan oleh Nasa’i, Tirmidzi dan disahkan oleh Ibnu Hibban).
7. Hari Senin dan Kamis
Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya puasa. (Tirmidzy).
Rasulullah saw ditanya dari hal puasa hari senin, beliau bersabda : “Hari itu adalah hari di mana aku dilahirkan, dan di mana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu”. (H.R. Muslim)
8. Puasa Nabi Dawud,
puasa selang-seling ( sehari puasa diikuti sehari tidak puasa dst)
Rasulullah saw bersabda, “Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari Muslim).
9. Enam hari pada bulan Syawal Sesudah Hari Raya Idul fitri
Dari Abi Ayyub Al-Anshari ra. bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang berpuasa Ramadlan, kemudian diikutinya puasa itu dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya akan sama dengan puasa satu tahun”. (HR. Muslim).
10. Bulan Muharam
“Sebaik-baik puasa setelah puasa ramadhan adalah puasa di bulan muharam, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR. Muslim, Abu Daud, Tarmizi, dan Nasa’ )..
11. Bulan Sya’ban
Dari Usamah bin Zaid ra, dia berkata: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i).
Dari ‘Aisyah ra berkata: “Adalah Rasulullah saw berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)..
12. Bulan-Bulan Haram
Bulan-bulan Haram itu adalah Dzul-Qaedah, Dzul-Hijjah, Muharram dan Rajab
“Puasalah pada bulan-bulan haram.” [Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad]
Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi SAW bersabda: “Setahun ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya berturut-turut; Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharam dan Rajab”. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)..
.
HARI-HARI MAKRUH BERPUASA
.
1. Khusus Hari Jum’at,
kecuali kalau telah berpuasa sejak hari sebelumnya.
Dari Abi Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: Jangan kalian mengistimewakan malam Jum’at untuk sembahyang daripada malam-malam lainnya, dan jangan kalian mengistimewakan hari Jum’at untuk berpuasa dan pada hari-hari lainnya, kecuali bagi seseorang di antara kalian yang kebetulan harus berpuasa di hari itu”. (HR. Muslim)
Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Jangan sekali-kali seseorang diantara kamu berpuasa di hari Jum’at, kecuali ia berpuasa pula satu hari sebelumnya atau sesudahnyan”. (Muttafaq ‘Alaih).
2. Puasa wishal
yaitu seorang yang melakukan puasa, tidak berbuka puasa hingga waktu sahur.
Dari Abi Hurairah ra., ia berkata Rasulullah saw telah melarang betpuasa tidak berbtlka (wishal), maka berkata seorang laki-laki dari kaum muslimin: “Tapi engkau berwishal ya Rasulullah”. Beliau menjawab :”Siapa di antara kamu yang seperti aku, di waktu malam aku diberi makan dan minum oleh Allah”. Ketika mereka enggan berhenti dari wishal, beliau ajak mereka berwishal satu hari, kemudian satu hari lagi, kemudian mereka melihat hilal, lalu beliau betsabda : “Kalaulah hilal itu lambat datangnya, aku akan tambah wishal buat kamu”, sebagai memberi pelajaran kepada mereka tatkala mereka enggan berhenti dari wishal. (Muttafaq ‘alaih).
3. Puasa Dahriya
yaitu puasa yang terus-menerus.
Dari Abdullah bin ‘Umar ra. ia berkata ; Rasulullah saw. bersabda’: “Tidak dianggap berpuasa orang yang berpuasa selama-lamanya” . (Muttafaq ‘alaih).
4. Isteri Yang Puasa Sunnah tidak dengan izin suaminya
Dari Abi Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Tidak halal bagi wanita berpuasa sedangkan suaminya ada di rumah, kecuali dengan seidzinnya”. (Muttafaq ‘alaih dan lafadz ini dalam riwayat Bukhari; Abu Dawud menambah : “Kecuali puasa Ramadlan”.
.
.
HARI-HARI DIHARAMKAN UNTUK BERPUASA
.
1. Hari Raya’Idul Fithri, 1 Syawal
Dari Abi Sa’id Al-Khudlriyyi ra.: Bahwasanya Rasulullah saw. telah melarang puasa pada dua hari : hari Idul Fithri dan hari Idul Adha (Muttafaq’alaih).
2. Hari raya Idul Adha ; 10 Dzul Hiiiah.
3. Hari Tasyriq ; 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah
Dari Nubaitsah Al-Hudzali ra. ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Hari-hari tasyriq itu adalah hari makan dan minum, dan hari dzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla”. (HR. Muslim).
Dari dalil hari-hari haram berpuasa ini , maka jelaslah bahwa kita diperbolehkan puasa kapan saja (dengan memperhatikan hari/hal-hal yang dimakruhkan), kecuali pada hari-hari yang diharamkan.
.
wallahu a’lam
Dari berbagai sumber
http://orgawam.wordpress.com/2011/09/05/macam-macam-puasa-sunnah/
Langganan:
Postingan (Atom)

